BPPT Pamerkan Inovasi, Hadapi era 4.0

2019-06-12 09:11:54

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 43/HMP/HMS/HKH/V/2019

Kamis, 30 Mei 2019


BPPT Pamerkan Inovasi, Hadapi era 4.0

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya melakukan langkah percepatan  pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan, Untuk menuju kesana BPPT bekerja lebih keras dan fokus dalam melakukan penguatan kelembagaan, pemberdayaan SDM, menciptakan produk  flagship serta penguatan inovasi dan layanan teknologi.


Dituturkan Kepala BPPT Hammam Riza, era revolusi industri 4.0 merupakan suatu momentum bagi BPPT untuk melalui perannya menjadikan Indonesia berdaya saing dan berdaulat berbasis iptek, untuk itu BPPT melakukan berbagai inovasi.


“Seperti masalah peningkatan kereta api koridor Jakarta – Surabaya yang diharapkan dapat ditempuh hanya dalam waktu 5,5 jam, BPPT melakukan audit kemampuan produksi kereta api  LRT serta uji kekuatan struktur kereta,. Bgaimana jika diberi beban, kereta tersebut terus berjalan dengan aman”, ujar Hammam di Kantor BPPT, Jakarta (29/5/19)


Inovasi BPPT terhadap industri garam nasional adalah dengan pembuatan pabrik garam farmasi yang bekerjasama dengan BUMN Kimia Farma kapasitas produksi dua ribu ton yang pabriknya berlokasi di Jombang, Jawa Timur. 


“Garam farmasi ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu mengurangi ketergantungan impor garam, menghemat devisa Negara serta  mendukung industri garam nasional”, tambahnya.


Untuk mengatasi masalah sambah, BPPT membangun  PLTSa Merah putih untuk mengurai sampah. Projek ini dibangun dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 100 ton per hari, dan menghasilkan listrik sebesar 700 kwh. PLTSa ini diharapkan bisa sebagai percontohan untuk solusi masalah sampah di kota2 besar di Indonesia.


“Pemilu 2019 yang baru saja digelar,ternyata menguras banyak energy dan juga membuat banyak konflik. seharusnya hal ini dapat dihindari dengan penggunaan e-voting. “, ujar Hammam


Bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri, BPPT telah menggelar Pilkades, serta berupaya melakukan pengembangan lebih lanjut dari KTP-el, yakni e-ID. 


"Inovasi Pilkades ini sudah diterapkan di 940 pilkades dan diharapkan dapat direalisasikan di Pemilu mendatang," ujarnya.


Menutup paparan, Hammam berharap adanya sinergi dan dukungan pemangku kepentingan, agar penerapan teknologi dapat lebih dioptimalkan dalam pembangunan.

 

“BPPT terus bekerja untuk melakukan pengkajian dan penerapan teknologi,dan  pada akhirnya segala hal yang diperjuangkan harus bisa terimplementasi di masyarakat, menuju Visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.


CP. Biro Hukum Kerjasama dan Humas

(sumber:https://www.bppt.go.id/siaran-pers/3583-bppt-pamerkan-inovasi-hadapi-era-4-0)

© 2018 TRIK ALFAT. All rights reserved.