Menkominfo: Internet Hak Semua Anak Indonesia untuk Kebaikan

2018-07-28 09:11:50

Siaran Pers No. 148/HM/KOMINFO/07/2018

Tanggal 26 Juli 2018

Tentang

Menkominfo: Internet Hak Semua Anak Indonesia untuk Kebaikan

 

Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak agar anak-anak Indonesia aktif memanfaatkan kecanggihan internet dan jangan sampai merasa canggung.

Namun, kata Menteri Rudiantara, pemanfaatan dan penggunaan internet tersebut harus dilakukan secara bijaksana dan baik. Anak-anak Indonesia tentunya harus bisa memilah konten yang buruk serta tak berhubungan dengan masa depannya.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Kominfo ketika menjadi pembicara seminar Internetku Baik, Internetku Asyik yang diselenggarakan Kementerian Kominfo bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Seminar itu digelar dalam rangka Hari Anak Nasional yang telah diperingati pada tanggal 23 Juli lalu. Dalam kesempatan ini, Menteri Rudiantara memaparkan mengenai pemanfaatan teknologi internet di hadapan ratusan murid dari tingkat SMP, SMA dan SMK serta puluhan siswa siswi dari SLB dari DKI Jakarta.

Menteri Kominfo mengatakan, banyak hal seperti ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh dari kecanggihan internet. Kendati demikian, kemajuan teknologi internet jangan sampai mengubur masa depan anak-anak Indonesia yang gemilang sebab lemahnya pengawasan konten.

"Jadi internet untuk kebaikan anak-anak Indonesia. Memang ada baik dan buruknya, bagaimana kita memilahnya. Jadi pakailah internet dengan baik, bijaksana. Sebarkan yang baik-baik saja dan mendukung kemajuan. Kita semua harus memahami dan menyadari bahwa apapun yang kita sebarkan, posting di internet, positif atau negatif akan seumur-umur (selalu tersimpan selamanya)," katanya.

Selanjutnya Menteri Rudiantara menuturkan saat ini Pemerintah Indonesia terus berupaya menghadirkan akses jaringan internet secara merata di seluruh penjuru Tanah Air. Sehingga, bukan hanya anak-anak di kota besar saja, seperti Jakarta, yang bisa memanfaatkan dan mengenal internet.

"Saya baru kembali dari Papua. Saya ke Puncak Jaya nama daerahnya. Puncak Jaya adalah kota yang paling tinggi, paling ujung di atas Papua. Di sana kita sama-sama bangun internet. Jadi teman-teman di sana  yang sekolah dasar, SMP, SMA sekarang bisa menggunakan internet seperti kita di Jakarta,  Karena internet itu semua adik-adik teman-teman mempunyai hak untuk bisa menggunakan internet. Dengan internet akan membantu kemudahan pendidikan belajar anak-anak di sekolah," tuturnya.

Menteri Kominfo mengungkapkan, pada Tahun 2019 daerah-daerah di seluruh Indonesia sudah bisa mengakses jaringan internet secara mudah serta berkecepatan tinggi. Guna mewujudkan hal itu, saat ini Pemerintah membangun infrastruktur Palapa Ring.

"Kita bangun namanya Palapa Ring, targetnya 2019 semua kabupaten dan kota di Indonesia ada 514 harus sudah terhubung dengan jaringan tulang punggung internet berkecepatan tinggi," katanya.

 

Lindungi Anak dari Konten Negatif Internet

Selain Rudiantara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (PPPA) Yohana Susana Yambise juga menjadi pembicara seminar bertajuk Internetku Baik, Internetku Asyik. Dalam kesempatan ini Yohana menjelaskan, perlu batasan pemanfaatan dan penggunaan internet oleh anak-anak yang dilakukan orang tuanya.

Menteri Yohana menilai, lemahnya pendampingan serta pengawasan orang tua kepada anaknya dalam penggunaan internet dikhawatirkan menjerumuskan kepada konten-konten negatif, misalnya pornografi salah satunya.  "Saya ingin anak-anak Indonesia terlindungi dari penggunaan internet yang tidak baik," katanya.

Menteri Yohana juga mengajak anak-anak Indonesia agar lebih banyak meluangkan waktunya untuk banyak membaca buku sebab lebih utama sebagai sumber ilmu pengetahuan ketimbang terus bergantung pada internet. 

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah masyarakat pengguna internet di Tanah Air tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau 54,68 juta keseluruhan penduduk Indonesia. 

Sedangkan penelitian APJII tahun 2016, sebanyak 768 ribu anak Indonesia usia 10-14 tahun telah rutin mengakses internet. Kemudian usia 15-19 tahun sebanyak 22,5 juta anak Indonesia aktif memakai internet dan usia 20-24 tahun berjumlah 22,3 juta. 

Sementara berdasarkan laporan KPAI, sepanjang tahun 2017 ada 514 kasus korban pornografi dan kejahatan siber terhadap anak-anak Indonesia yang diakibatkan teknologi internet.

 

Noor Iza
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-350402
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo

(sumber:https://www.kominfo.go.id/content/detail/13611/siaran-pers-no-148hmkominfo072018-tentang-menkominfo-internet-hak-semua-anak-indonesia-untuk-kebaikan/0/siaran_pers)

© 2018 TRIK ALFAT. All rights reserved.